ANNE of Green Gables

Posted by

ANNE of Green Gables

ANNE of Green Gables, Novel tentang kasih sayang, persahabatan dan Imajinasi

Judul       : ANNE of Green Gables
Penulis    : Lucy M. Montgomerry
Halaman : 513
Tokoh      : Anne Shirley

 

 

RINGKASAN 

Dua bersaudara Marilla dan Matthew Cuthbert tinggal di desa Avonlea, rumah mereka dinamai Green Gables ( loteng-loteng hijau ). Keduanya memutuskan untuk mengadopsi seorang anak laki-laki dari panti asuhan di Nova Scotia untuk membantu Matthew mengurusi peternakan.

Pada hari kedatangan ternyata bukan anak laki-laki yang tiba di stasiun Bright River melainkan seorang gadis kecil berumur sekitar 11 tahun terbungkus gaun belacu abu-abu kekuningan yang sangat pendek, sangat ketat dan sangat jelek. Mengenakan topi pelaut warna coklat yang sudah pudar, rambut merahnya yang sangat terang dan sangat lebat dikepang dua menjuntai hingga ke punggung. Wajahnya mungil putih dan kurus serta banyak bintik-bintiknya, mulutnya besar begitu juga matanya, namanya Anne Shirley.

Hampir saja Marilla mengembalikan Anne ke panti asuhan tetapi karena Matthew menginginkan untuk mengasuhnya dan tak ingin harapan gadis kecil itu menghantuinya hingga akhir hidupnya karena Anne memiliki banyak sekali kata-kata untuk diungkapkan dan tak ada hal buruk atau kasar dari setiap perkataannya, bersikap seperti perempuan terhormat, sehingga Marilla dan Matthew menutuskan untuk mengadopsinya.

Pertama kali bertemu dengan Mrs. Rachel Lynde, wanita terhormat yang juga tetangga dan sahabat Marilla membuat Anne berteriak histeris karena Mrs.Rachel menyebutkan sangat kurus dan jelek dan mengatakan bahwa dia memiliki tabiat yang buruk. Para gadis kecil di Avonlea telah mendengar kisah-kisah aneh Anne seperti orang gila karena sepanjang waktu berbicara sendiri atau bercakap-cakap dengan pepohonan dan bunga-bunga. Mereka semua menatap Anne dan saling berbisik, tidak ada yang mendekati dan bersahabat sebelum maupun sesuadah pembukaan acara sekolah minggu.

Diana Barry adalah sahabat pertamanya, walaupun Diana juga menyebut Anne sebagai gadis yang aneh karena menyuruhnya bersumpah untuk menjadi teman sehatinya dengan menaruh telapak tangan di jalan setapak dan membayangkan jalan setapak seperti air yang mengalir, tapi Diana percaya kalau dia betul-betul menyukai Anne. Suara hari pernah terjadi Anne yang tidak sengaja telah membuat Diana mabuk karena tidak bisa membedakan jus raspberry dengan anggur, Ibu Diana sangat marah dan mereka tidak boleh berteman lagi.

Anne penuh dengan imajinasi, jalan yang dilaluinya bersama Diana menuju sekolah Avonlea adalah jalan yang indah. Melewati Kanopi Kekasih, Danau Dedalu, Permadani Violet dan Jalan Birch adalah perjalanan yang romantis. Di sekolah Avonlea Anne berpetualang bersama sahabat-sahabatnya Diana Barry, Jane Andrew, Ruby Gillis, berseteru dengan Pye bersaudara dan Gilbert, juga ada Charlie Sloane yang tergila-gila dengan Anne tetapi Anne membencinya karena tidak pernah tahan terhadap anak laki-laki bermata lebar.

Gilbert Bylthe yang pintar dan tampan tetapi sangat kurang ajar kerena telah membuat Anne dihukum oleh Mr.Philips berdiri di podium dengan memegang papan dikepala dengan tulisan “Ann Shirley memiliki tabiat yang sangat buruk, Ann Shirley harus belajar untuk mengendalikan amarahnya”, Anne makin geram karena Mr.Philip menuliskan namanya tanpa huruf e, akhirnya membuat Anne tidak pergi ke sekolah dan sangat nyata terjadi persaingan antara Anne dan Gilbert.

Pesta kecil diadakan dirumah Diana Barry khusus untuk anak perempuan di kelas Anne, Carrie Sloane menantang Ruby Gillis memanjat   pohon dadalu raksasa yang sudah tua, Josie Pye menantang Jane Andrew untuk melompat dengan kaki kirinya saja mengelilingi halaman tana berhenti sekalipun untuk menjajakkan kaki kanannya diatas tanah, Anne menantang Josye Pye berjalan diatas pagar kayu rumah Diana yang mengelilingi halaman. Josie Pye berjalan diatas pagar kayu dengan sikap tak peduli dan turun dengan wajah merah merona penuh kemenangan dan menusukkan tatapan kepada Anne. Josye Pye akhirnya menantang Anne berjalan diatas atap rumah Diana karena Anne berkata bahwa berjalan di pagar kayu bukanlah hal yang mengagumkan, bahwa ada seorang gadis  di Marysville yang bisa berjalan diatas puncak rumah. Anne harus berjalan diatas atap demi kehormatannya tetapi kemudian Anne terjatuh yang membuat panik semua teman-temannya.

Anne mengalami penderitaan yang sangat tidak romantis karena ingin menolong pedagang keliling dengan membeli cat rambut warna hitam, hasilnya bukan menjadi hitam tetapi rambut Anne berubah menjadi warna hijau dan tidak luntur juga setelah seminggu, akhirnya Marilla memotong rambut Anne membuatnya meratap sedih. Di sekolah Josie Pye tidak lupa mengatakan bahwa tampang Anne benar-benar mirip orang-orangan sawah.

Bermain dramatisasi Elaine di danau bersama Diana, jane dan Ruby, Anne menjadi perawan lily yang cantik dan tidur disekoci mengambang di tepian danau. Ternyata sekocinya bocor dan membuat air masuk mendorong ke tengah danau, teman-temannya panik mencari pertolongan tetapi Gilbert Blythe datang mendayung sekoci menuju jembatan tempat Anne tersangkut dan rela mendayung membawanya ke tepian. Gilbert menyampaikan permohonannya untuk bisa berteman baik dengan Anne dan menyesali telah megolok-ngolok Anne tetapi Anne menolaknya.

Marilla dan Matthew mengizinkan Anne mengikuti pelajaran tambahan untuk persiapan masuk Akademi Queen dan menjadi seorang guru, hal yang sebelumnya sudah terpikir oleh Anne tetapi merasa tidak mungkin karena biayanya sangat mahal. Kelas persiapan sudah terbentuk, Gilbert Blythe, Anne Shirley, Ruby Gillis, Jane Andrew, Josie Pye, Charlie Sloane dan Moody McPerson tergabung didalamnya. Diana Barry tidak, karena orangtuanya tidak memasukkannya, hal ini bagaikan bencana untuk Anne harus menahan diri tetap duduk dikelas melihat sahabatnya pulang sendirian melalui Jalan Birch dan Permadani Violet, Anne takkan pernah membiarkan Gilbert Blythe atau Josie Pye melihat airmatanya. Ada persaingan terbuka antara Gilbert dan Anne sekarang, bahwa Gilbert bertekad menjadi juara kelas seperti Anne.

Setelah menunggu pengumuman masuk Akademi Queen akhirnya Anne dan Gilbert diurutan pertama dengan nilai yang sama dan nama Anne tertulis lebih dulu, juga semua teman-temannya berhasil lulus. Anne bukan lagi anak kecil dengan keganjilannya tetapi sudah besar dan akan pergi, tampak tinggi dan begitu dewasa dengan gaun yang dibuat Marilla. Diana melepas sahabatnya dengan tangis dan Marilla berusaha menahan air mata.

Di Akademi Queen, Anne dan Gilbert mengambil pelajaran tingkat dua, ini berarti mereka bisa mendapatkan izin mengajar Kelas Satu dalam setahun bukan dalam dua tahun. Jane, Ruby, Josie, Charlie dan Moody tidak memiliki ambisi sebesar Anne dan Gilbert dan memutuskan mengambil ijazah Kelas Dua. Anne merasakan jantungnya berdegub kencang dan horizon ambisiya terangkat serta melebar bagaikan disulap, ambisinya tidak hanya untuk mendapatkan ijazah provinsi guru Kelas Satu pada akhir tahun dan mungkin medali emas, tetapi Anne melihat dirinya sendiri memenangi beasiswa Avery untuk mengambil seni di Perguruan Tinggi Redmon.

Gilbert berhasil memenangkan medali emas, sesaat Anne merasakan kekalahan dan kekecewaan tetapi seseoramg berteriak “tiga sorakan untuk Miss.Shirley, pemenang beasiswa Avery!!”. Anne pulang ke Avonlea bersama Marilla dan Matthew setelah malam wisuda.

Anne menunggu bulan September untuk pergi ke Avery tetapi malaikat maut menjemput Matthew dan Marilla ingin menjual Green Gables karena tidak ingin tinggal sendiri. Jalan yang berbelok untuk Anne karena tidak ingin Marilla menjual Green Gables, Anne melepas beasiswa ke Redmond dan memutuskan mengajar di Sekolah Carmody karena di Sekolah Avonlea ada Gilbert disana. Tetapi Mrs.Lynde membawa berita bahwa Dewan Sekolah telah menerima Anne di Sekolah Avonlea karena Gilbert membatalkan lamarannya dan menyarankan agar menerima Anne dan mengajar di White Sands.

Gilbert bertemu Anne dan membisu, tetapi Anne memanggilnya dan mengulurkan tangan ingin berterimakasih karena telah membiarkannya mengajar di Avonlea dan merupakan kebaikan yang sangat besar, Anne sangat menghargainya. Gilbert menyambut uluran tangan dengan ramah bahwa ini sama sekali bukan kebaikannya, bahwa ia sangat senang bisa memberikan sedikit bantuan untuk  Anne. Gilbert ingin bisa berteman dengan Anne setelah ini, meminta maaf atas kesalahan lamanya dan Anne sudah memaafkan Gilbert saat di tepian danau, “kita akan menjadi sahabat baik” kata Gilbert dengan gembira bercampur lega.

Malam itu Anne duduk didepan jendela ditemani perasaan bahagia, dia akan mendapatkan kegembiraan karena bekerja dengan jujur, memiliki keinginan yang berharga dan persahabatan yang menyenangkan, tak ada yang bisa merenggutnya dari kebahagian akan dunia idealnya yang akan selalu dia impikan, dan disana selalu ada jalan yang berkelok-kelok.

 

Anne of Green Gables

 

REVIEW

Karakter Anne Shirley yang yatim piatu sangat periang, banyak bicara , banyak berkhayal dan berimajinasi, keras kepala serta penuh ambisi sangat kuat dilukiskan oleh penulis. Anne mampu beradaptasi dan bergaul dengan teman-teman dengan lingkungan barunya seperti di sekolah minggu, sekolah Avonlea dan di Akademi Queen.

Banyak masalah yang diciptakan oleh Anne tetapi keluguan dan keceriannya membuat jalan cerita menjadi menarik. Membaca novel ini pasti akan sangat menghibur terbawa oleh imajinasi penulis melalui Anne Shirley.